"Terkadang"



Terkadang gue iri, ketemu cowok yang putih.

Gue merasa mungkin dia berhasil mengambil banyak hormon ibunya, sehingga kulitnya bisa putih seperti perempuan. Atau juga karena dia hidup di dalam AC. Eh maksudnya tempat tinggal dan lingkungan kerjanya di ruang ber-AC terus-terusan yang katanya bisa memutihkan kulit.

Terkadang gue iri, ketemu cowok yang ganteng.

Gue merasa mungkin ketika dia masih dalam kandungan, ibunya berusaha menikmati film-film korea sambil berdoa anaknya bisa setampan artis korea. Atau juga karena dia Allah berikan anugerah wajah yang tampan untuk bisa menjadi artis.

Terkadang gue iri, ketemu cowok yang kaya.

Gue merasa mungkin dia berhasil menemukan satu doraemon di dunia ini dan dia merawatnya dengan baik-baik sehingga dia bisa minta apa saja langsung terwujud. Atau juga karena dia beruntung bahwa di bawah rumahnya  ada harta karun terpendam yang tidak semua orang tahu selain mereka satu keluarga. Dan, bisa mereka gunakan kapan saja untuk membeli sesuatu.

Terkadang gue iri, ketemu orang yang pintar dan cerdas.

Gue merasa mungkin ketika dia masih dalam kandungan ibunya berusaha sambal belajar sains, matematika, geografi, sejarah dan komik conan. Atau juga ketika dia masih anak-anak, dia mendapat asupan buah-buahan, sayur-sayuran, daging yang baik tanpa micin tanpa asam jawa tanpa es teller yang kemanisan. Ehh

Terkadang gue iri, ketemu orang yang keluarganya lengkap.

Gue merasa keluarga itu dibangun dengan cinta yang sebenar-benarnya cinta. Mereka memiliki cinta yang kuat sehingga rasanya sulit untuk berpisah dari lingkaran keluarga. Gue merasa rumah mereka ceria, banyak percakapan-percakapan, banyak keluh kesah dan banyak makanan. Hal yang paling membuat gue iri bagaimana bisa dekat dengan ibu, ayah dan kakak-adiknya.

Tapi gue bersyukur.

Gue gak putih seperti mereka yang putih. Kulit sawo matang ini membuat gue merasa seorang lelaki sejati. Karna biasanya cowok yang putih, itu gak berani panas-panasan. Kena matahari dikit menciut nyalinya. Apaan tuh, laki-laki kok gitu ?

Gue suka panas-panasan. Kesana kemari. Bertemu banyak orang. Mencari banyak kebaikan-kebaikan. Kalo gue putih, mungkin gue juga akan ber berpikir menjaga kulit gue. hahaha

Gue bersyukur.

Gue gak ganteng seperti mereka yang ganteng. Gue takut kalo gue ganteng, gue semena-mena sama cewek. Karna biasanya cowok yang ganteng, tidak pernah takut ditinggal ceweknya. Cowok ganteng banyak yang suka, dia bisa bebas memilih. Dan begonya terlalu banyak cewek yang gak sadar hal itu. Nangis pas ditinggal. Bunuh diri. Apaan tuh, kok gitu ?

Yang ganteng akan kalah sama yang baik. Akan kalah sama yang pandai memperlakukan wanitanya. Gue cukup ingin menjadi yang baik aja. Meskipun yaa kadang-kadang gue terlihat ganteng. Hanya kadang-kadang. Terkadang. Hahaha

Gue bersyukur.

Gue gak kaya seperti mereka yang kaya. Gue takut kalo gue kaya, gue masuk neraka karena gak bisa mempertanggungjawabkan harta kekayaan gue. Karna banyak orang kaya yang pelit, menutup rumahnya, dan jarang keliatan sholat di masjid (semoga ada orang kaya yang membaca tulisan ini). Cowok yang kaya ya biasanya temen gaulnya yaa yang kaya juga. Cangung dengan yang tidak sejajar. Apaan tuh, kok gitu ?

Terus terang gue pengen banget kaya. Tapi yang seperti Ustman bin Affan. Tidak pernah menyimpan kekayaannya untuk diri dan keluarganya. Hartanya banyak disedekahkan, dibagikan dan ingin terlihat sama dengan yang lainnya. Gue HARUS seperti itu. Kaya tapi sederhana.

Gue bersyukur.

Sejak usia 2 tahun gue tidak lagi diasuh ibu & bapak. Gue diasuh nenek gue diwaktu kecil dan dewasa dari lingkungan keluarg om dan tante gue yang jauh dari ibu & bapak gue. Selama ini gue merasa gak punya tempat bersandar. Gue gak ada tempat untuk meminta-minta sesuatu yang gue inginkan. Tiap gue sedih gue selalu menyendiri, gue simpen dalam hati. Beruntungnya gue dikenal dan disayangi banyak orang. Semakin dewasa, gue merasa dilatih harus semakin kuat dan bijaksana dalam kehidupan.

Sekarang keluarga gue yang sebenarnya tinggal ibu dan seorang ponakan yang ditinggal kakak gue akhir mei 2018 kemarin mendahului kami setelah bapak bulan februari 2011 lebih dahulu. Hidup gue sekarang untuk ibu dan ponakan gue.  Makanya gue pengen kaya. Hehehe

Kemudian gue pengen nikah. Gue pengen punya keluarga yang lengkap. Gue, istri, anak, ibu gue dan ibu bapak mertua. Gue pengen punya tempat untuk bercerita keluh kesah pekerjaaan, masalah dan diskusi dengan cinta yaitu kepada istri. #eeaa Tolong doakan yaaa…. Hehehe

Cita-cita gue sejak kecil adalah menjadi seorang dokter. Tapi gue gak pinter, gak cerdas, gak ganteng dan gak kaya. Maka pupuslah sudah harapan itu.

Tapi gue berniat cita-cita gue yang tidak tercapai itu, bisa dicapai oleh anak-anak gue. aamiin
Gue harus mempersiapkan seorang anak yang cerdas dan pintar dengan mendapat asuhan buah-buahan, sayur-sayuran, daging yang baik tanpa micin, tanpa asam jawa dan es teller yang kemanisan.

Pertanyaannya sekarang mana istri gue ?



(27 Februari 2019)

Comments

  1. Makanya, ayok kit buka usaha bareng biar cepat nikah, karena nikahan Sekarang besar gengsinya dan harga gengsi itu mahal, kalau udah nikah dan punya anak nanti disekolahkan di Khairu Umah Luwuk biar makannya nanti diajar yang halal dan toyib 😅

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"MEMINTA MAAF DAN MEMAAFKAN"

"KESEMPATAN DAN INTEGRITAS"

"HELLO 2025, SIAPA AKU ?"